Rabu, 19 September 2012

Hidup Berbekal Taqwa

“hendaklah kamu bertaqwa maka sesungguhnya taqwa itu kumpulan tiap kebaikan “
Mengandung Harapan
Puasa Ramadhan yg baru saja kita lakukan sebenarnya mengandung harapan. Harapan ini tergambar dalam surah Al-Baqarah 2 183 dimana didalamnya terdapat kalimat “la’allakum tattaqun” diterjemahkan ” agar supaya kamu bertaqwa kepada Allah. Dan dalam tiap harapan pasti ada semacam proses. Proses ini bisa secara alamiyah. Sederhana ataupun canggih. Misalnya jika kita menginginkan air laut menjadi air tawar tentu saja kita harus memprosesnya. Semakin baik memprosesnya akan semakin baik hasilnya. Demikian pula ibadah puasa. Orang yg berpuasa hakikatnya orang yg tengah memproses dirinya agar supaya sumber daya manusia bermutu atau berkualitas.
Puasa adl latihan. Latihan lapar dan tahan menghadapi kelaparan. Latihan sabar agar tabah menhadapi ujian dan cobaan. Latihan menahan dan mengendalikan hawa nafsu agara tidak terbawa ke jalan sesat. Sehingga selesai berpuasa diharapkan dapat beribadah lbh baik dan bekerja lbh giat lagi.
Multi Dimensi
Taqwa bentuk lainnya “tuqaah” secara lughawi artinya ketaqwaan takut ketaatan dan kewaspadaan. Sedangkan secara istilah agak sulit mendifinisikan mengingat taqwa yg dihasilkan puasa ibarat berlian bersegi banyak multi dimensi. Rasulullah bersabda “hendaklah kamu bertaqwa maka sesungguhnya taqwa itu kumpulan tiap kebaikan ”
Jadi kebaikan apapun tidak akan terlepas dari cakupan taqwa. Jika rasulullah dalam tiap khutbahnya selalu menyampaikan pesan taqwa artinya beliau berpesan kepada umatnya utk melakukan kebaikan. Sayid Sabiq dalam kitabnya “Islamuna ” menerangkan bahwa taqwa bermuatan Keyakinan pengabdian akhlak atau adab dan kebajikan lainnya. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa orang yg berhak menyandang sebutan “muttaqin” hanyalah orang yg mampu menahan hawa nafsu dan menjauhi hal-hal yg syubhat serta berani berjihad di jalan Allah
Meskipun sult mendefinisikan taqwa tapi definisi yg paling dikenal Fi’lul awamiri wa tarkun nawahi” melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Jika demikian Mutaqqin adl orang yg paling berprestasi melaksanakan Islam
Bekal Tebaik
Berdasarkan QS.Al-Baqarah2 197 di atastaqwa adl sebaik-baiknya bekal. Contact semula ayat ini dgn ibadah haji sebab kata Ibnu Abbas sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Bukhari ayat ini diturunkan sehubungan ada sementara orang Yaman dalam melaksanakan ibadah Haji kurang mempedulikan bekal merasa cukup dgn tawakkal . Padahal dalam melaksanakan haji dan ibadah-ibadah lainnya bahkan dalam menjalani hidup dan kehidupan diperlukan bekal. Dan sebaik-baiknya bekal adl taqwa. Mengapa? Jawabannya seperti diuraikan di atas yakni krn taqwa bak berlian bersegi banyakmulti dimensi sehingga pemiliknya seolah-olah memiliki banyak keistimewaan sehingga wajar jika mereka dapat meraih keunggulan seperti
Iman yg kuat sehingga membuahkan amal kewajiban yg banyak amanah dan tepat janji serta memiliki kesabaran. Allah berfirman yg artinya
“Bukanlah kebaikan itu kamu menghadapkan mukamu ke timur dan barat tetapi kebaikan adl orang yg beriman keada Allah hari kiamat dan kepada para nabi. Dan membriakn sebagain harta yg dicintainya kepada karib kerabat anak-anak yatim orang-orang miskin ibnussabil orang yg meminta-minta dan kepada hamba sahaya. Dan mendirikan sholat mengeluarkan zakat menepati janji bila berjanji dan orang yg sebar dalam kesengsaraan dan penderitaan. Mereka itulah orang yg benar dan mereka itulah orang-orang yg taqwa.”
keadilan dalam menyikapi dan memutuskan sesuatu. sifat pemaaf sebagaimana dinyatakan Allah ” Dan pemaafan kamu itu lbh dekat kepada taqwa ”
Ujian dan tantangan
Ada tiga hal yg akan kita hadapi khususnya setelah puasa tahun ini yakni
Pertama ujian hidup bagi tiap pribadi berupa ketakutan kelaparan kekurangan dan kematian. Sebagaimana dinyatakan Allah di dalam Al-Quran ” dan pasti akan kami uji kamu sesuatu ketakutan kelaparan kekurangan harta jiwa dan buah-buahan. Dan berikalah berita gembira kepada orang-orang yg sabar orang-orang yg apabila ditimpa musibah mereka berkata ” Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kapadaNya kami kembali ” Kedua tantangan yan dihdapi umat islam. Syeikh Ali Harkan mantan Sekjen Rabithah Alam Islami menyebutkan
Umat islam dihadapkan kepda berbagai aliran yg kesemuanya memusuhi umat islam. Nasib minoritas islam dimanamana sering diperlakukan tidak adil. Umat islam masih terbelenggu dgn kemiskinan kebodohan ketertingalan. Usaha permurtadan terhadap umat islam semakin dahsyat.
Untuk menghadapi ujian dan tantangan tersebut umat islam harus memiliki kekuatan. Dan kekuatan ini bersumber dari agama sendiri tidak ada alternatif lain. Yakni quwatul aqidah Quwatul ibadah quwatul khuluq quwatul ilmi quwatul amal quwatul iqtishad quwatul ijtima’iyyah dan quwatul jihad Kekuatan tersebut hanya akan dimiliki dan diamalkan oleh orang yg bertaqwa.
Ketiga tantangan yg dihadapi bangsa. Tantangan bangsa indonesia berarti tantangan bagi umat islam indonesia sebab mereka mayoritas. Tantangan tersebut adl berbagai krisis yg diakibatkan oleh banyaknya penyimpangan. Oleh sebab itu perlu direformasi atau ditata ulang baik manusianya maupun sistemnya. Rasulullah berpesan ” Barang siapa melihat kemunkaran hendaknya ia merubah dgn tangannya. Maka bila tidak sanggup hendaknya ia merubah dgn lidahnya. Dan jika tidak sanggup hendaknya merubah dgn hatinya yg ini serendah-rendahnya iman”
Wallahu a’lam bish-shawab.
sumber file al_islam.chm
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar