“hendaklah kamu bertaqwa maka sesungguhnya taqwa itu kumpulan tiap kebaikan “
Mengandung Harapan
Puasa Ramadhan yg baru saja kita lakukan sebenarnya mengandung harapan.
Harapan ini tergambar dalam surah Al-Baqarah 2 183 dimana didalamnya
terdapat kalimat “la’allakum tattaqun” diterjemahkan ” agar supaya kamu
bertaqwa kepada Allah. Dan dalam tiap harapan pasti ada semacam proses.
Proses ini bisa secara alamiyah. Sederhana ataupun canggih. Misalnya
jika kita menginginkan air laut menjadi air tawar tentu saja kita harus
memprosesnya. Semakin baik memprosesnya akan semakin baik hasilnya.
Demikian pula ibadah puasa. Orang yg berpuasa hakikatnya orang yg tengah
memproses dirinya agar supaya sumber daya manusia bermutu atau
berkualitas.
Puasa adl latihan. Latihan lapar dan tahan
menghadapi kelaparan. Latihan sabar agar tabah menhadapi ujian dan
cobaan. Latihan menahan dan mengendalikan hawa nafsu agara tidak terbawa
ke jalan sesat. Sehingga selesai berpuasa diharapkan dapat beribadah
lbh baik dan bekerja lbh giat lagi.
Multi Dimensi
Taqwa
bentuk lainnya “tuqaah” secara lughawi artinya ketaqwaan takut ketaatan
dan kewaspadaan. Sedangkan secara istilah agak sulit mendifinisikan
mengingat taqwa yg dihasilkan puasa ibarat berlian bersegi banyak multi
dimensi. Rasulullah bersabda “hendaklah kamu bertaqwa maka sesungguhnya
taqwa itu kumpulan tiap kebaikan ”
Jadi kebaikan apapun tidak
akan terlepas dari cakupan taqwa. Jika rasulullah dalam tiap khutbahnya
selalu menyampaikan pesan taqwa artinya beliau berpesan kepada umatnya
utk melakukan kebaikan. Sayid Sabiq dalam kitabnya “Islamuna ”
menerangkan bahwa taqwa bermuatan Keyakinan pengabdian akhlak atau adab
dan kebajikan lainnya. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa orang yg berhak
menyandang sebutan “muttaqin” hanyalah orang yg mampu menahan hawa
nafsu dan menjauhi hal-hal yg syubhat serta berani berjihad di jalan
Allah
Meskipun sult mendefinisikan taqwa tapi definisi yg paling
dikenal Fi’lul awamiri wa tarkun nawahi” melaksanakan perintah Allah
dan menjauhi larangan-Nya. Jika demikian Mutaqqin adl orang yg paling
berprestasi melaksanakan Islam
Bekal Tebaik
Berdasarkan
QS.Al-Baqarah2 197 di atastaqwa adl sebaik-baiknya bekal. Contact semula
ayat ini dgn ibadah haji sebab kata Ibnu Abbas sebagaimana diriwayatkan
oleh Al-Bukhari ayat ini diturunkan sehubungan ada sementara orang
Yaman dalam melaksanakan ibadah Haji kurang mempedulikan bekal merasa
cukup dgn tawakkal . Padahal dalam melaksanakan haji dan ibadah-ibadah
lainnya bahkan dalam menjalani hidup dan kehidupan diperlukan bekal. Dan
sebaik-baiknya bekal adl taqwa. Mengapa? Jawabannya seperti diuraikan
di atas yakni krn taqwa bak berlian bersegi banyakmulti dimensi sehingga
pemiliknya seolah-olah memiliki banyak keistimewaan sehingga wajar jika
mereka dapat meraih keunggulan seperti
Iman yg kuat sehingga
membuahkan amal kewajiban yg banyak amanah dan tepat janji serta
memiliki kesabaran. Allah berfirman yg artinya
“Bukanlah kebaikan itu
kamu menghadapkan mukamu ke timur dan barat tetapi kebaikan adl orang
yg beriman keada Allah hari kiamat dan kepada para nabi. Dan membriakn
sebagain harta yg dicintainya kepada karib kerabat anak-anak yatim
orang-orang miskin ibnussabil orang yg meminta-minta dan kepada hamba
sahaya. Dan mendirikan sholat mengeluarkan zakat menepati janji bila
berjanji dan orang yg sebar dalam kesengsaraan dan penderitaan. Mereka
itulah orang yg benar dan mereka itulah orang-orang yg taqwa.”
keadilan dalam menyikapi dan memutuskan sesuatu. sifat pemaaf
sebagaimana dinyatakan Allah ” Dan pemaafan kamu itu lbh dekat kepada
taqwa ”
Ujian dan tantangan
Ada tiga hal yg akan kita hadapi khususnya setelah puasa tahun ini yakni
Pertama
ujian hidup bagi tiap pribadi berupa ketakutan kelaparan kekurangan
dan kematian. Sebagaimana dinyatakan Allah di dalam Al-Quran ” dan
pasti akan kami uji kamu sesuatu ketakutan kelaparan kekurangan harta
jiwa dan buah-buahan. Dan berikalah berita gembira kepada orang-orang yg
sabar orang-orang yg apabila ditimpa musibah mereka berkata ”
Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kapadaNya kami
kembali ” Kedua tantangan yan dihdapi umat islam. Syeikh Ali Harkan
mantan Sekjen Rabithah Alam Islami menyebutkan
Umat islam dihadapkan kepda berbagai aliran yg kesemuanya memusuhi umat
islam. Nasib minoritas islam dimanamana sering diperlakukan tidak adil.
Umat islam masih terbelenggu dgn kemiskinan kebodohan ketertingalan.
Usaha permurtadan terhadap umat islam semakin dahsyat.
Untuk
menghadapi ujian dan tantangan tersebut umat islam harus memiliki
kekuatan. Dan kekuatan ini bersumber dari agama sendiri tidak ada
alternatif lain. Yakni quwatul aqidah Quwatul ibadah quwatul khuluq
quwatul ilmi quwatul amal quwatul iqtishad quwatul ijtima’iyyah dan
quwatul jihad Kekuatan tersebut hanya akan dimiliki dan diamalkan oleh
orang yg bertaqwa.
Ketiga tantangan yg dihadapi bangsa. Tantangan
bangsa indonesia berarti tantangan bagi umat islam indonesia sebab
mereka mayoritas. Tantangan tersebut adl berbagai krisis yg diakibatkan
oleh banyaknya penyimpangan. Oleh sebab itu perlu direformasi atau
ditata ulang baik manusianya maupun sistemnya. Rasulullah berpesan ”
Barang siapa melihat kemunkaran hendaknya ia merubah dgn tangannya. Maka
bila tidak sanggup hendaknya ia merubah dgn lidahnya. Dan jika tidak
sanggup hendaknya merubah dgn hatinya yg ini serendah-rendahnya iman”
Wallahu a’lam bish-shawab.
sumber file al_islam.chm